Perbedaan AMD Dan INTEL

livsmedlet.com

Saat menerapkan komputer atau komputer jinjing, ada bagian penting yang mempunyai fungsi agar perangkat hal yang demikian dapat berjalan lancar, yakni tak lain yakni processor.

Hingga ketika ini terdapat dua merek processor yang tengah bersaing ketat guna menguasai pasaran komputer jinjing Indonesia, yakni processor AMD vs Intel.

Bila ditinjau dari sisi historisnya, Intel telah memproduksi processor jauh lebih awal dibandingkan dengan AMD.

Malahan Intel telah berhasil menggagas pemakaian processor bagi perangkat elektronik seperti halnya komputer.

Meskipun demikian, bukan berarti AMD keok baik dari Intel, Anda perlu lebih jauh memperhatikan perbedaan antara prosesor AMD dengan prosesor Intel serta kelebihan dan kekurangannya.

livsmedlet.com

Intel vs AMD

Processor Intel yakni prosesor paling populer dan banyak diaplikasikan pada komputer jinjing atau komputer. Intel dikembangkan oleh Intel Corporation berdiri sejak 1968. Intel memang diproduksi lebih dulu ketimbang AMD. Barulah 20 tahun kemudian, AMD mewujudkan prosesor pertamanya. Processor AMD yakni kompetitor terbesar prosesor Intel, tapi lebih disukai oleh gamers karena AMD dilengkapi dengan VGA ATi Radeon.

Perbedaan AMD vs Intel

Jinjing dengan prosesor AMD harganya lebih murah ketimbang komputer jinjing dengan prosesor Intel. Dua prosesor hal yang demikian mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Arsitektur Prosesor

Arsitektur prosesor Intel vs AMD mempunyai desain berbeda.

AMD menerapkan desain ingatan controller terintegrasi dalam prosesor sehingga jalanan data dari prosesor ke chipset lebih singkat.

Meskipun Intel tak menerapkan desain seperti ini, baru generasi Core i7 yang mulai menerapkan memory internal prosesor.

AMD mempunyai keunggulan transfer file yang lebih cepat, tapi internal memory prosesor menjadi kecil.

Meskipun Intel lebih besar sehingga untuk aplikasi ultiithread lebih unggul.

2. Performance (Intel vs AMD)

Secara keseluruhannya kedua-dua prosesor AMD dan Intel mempunyai performance yang baik. Semuanya bertumpu terhadap jenis tugasan dan kegunaan anda sama ada untuk melaksanakan kerja-kerja umum atau bermain game.Cuma beberapa sahaja CPU yang mempunyai ‘integrated graphic’, yang disebut sebagai Accelerated Processing Unit (APU).

AMD Athlon 240GE berharga sekitar $80 atau RM300 menunjukkan ‘integrated graphic’ Radeon Vega 3. Ini pantas untuk low-mid grade gaming serta streaming video untuk rendering grafik berkualiti tinggi dengan harga rendah.

AMD Ryzen 3 3300X / AMD Ryzen 3 3100 mungkin memerlukan bajet yang lebih tinggi, tapi berbaloi dengan prestasinya yang jauh lebih baik untuk berjenis-jenis kegunaan.

Untuk kerja seharian dan multitasking, AMD Ryzen menawarkan banyak PCIe lanes dimana anda boleh menerapkan lebih Solid-State Drives (SSD) untuk ‘start up’ komputer yang laju dan ‘file recall’.

3. Kecepatan

Saat hendak membeli komputer jinjing, tentu Anda ingin mempunyai perangkat komputer jinjing yang mempunyai kinerja metode yang cepat, bukan?

Jinjing yang cepat selalu dapat memudahkan Anda dalam membuka aplikasi tanpa memerlukan waktu lama.

Lebih-lebih ketika sedang melaksanakan tugas, komputer jinjing yang cepat tentu membuat Anda tak lagi membuang-membuang waktu percuma.

Bila diperhatikan dari sisi kecepatan, telah didapatkan sebuah fakta menarik berdasarkan tes benchmark perihal AMD dan Intel.

4. Grafis game

Sekarang ini ada semacam itu banyak sekali alternatif game menarik yang dapat dimainkan via perangkat komputer seperti halnya komputer jinjing.

Salah satunya yakni game FPS yang kabarnya dapat dimainkan di seluruh jenis komputer jinjing.

Teladan dari game first person shooter hal yang demikian di antaranya Destiny 2, Counter-Strike, Rage 2, Call of Duty, Far Cry 5 dan sebagainya.

Dalam bermain game ini, tenaga processor amat penting demi lancarnya permainan game.

Tidak asyik rasanya apabila sedang bermain game justru terganggu dengan dengan komputer jinjing yang lemot dan gambarnya kaku.

Bila memperhatikan perbandingan antara AMD dan Intel dari segi grafis game, tentu AMD rupanya jauh lebih kuat.

5. Daily Use

Untuk pengunaan sehari-hari, kebanyakan orang beranggapan AMD lebih pantas untuk gaming dan Intel lebih pantas untuk aplikasi berat.

Pendapat ini memang tak salah, karena gaming lebih memerlukan transfer data yang cepat.

Nah untuk aplikasi berat Intel lebih unggul karena kapasitas memory internal prosesor (L2 Cache) lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *